Tugas Mandiri 10: Nayla Salwa Al-Zahra E37

 

Analisis Strategis Wawasan Nusantara dalam Pengelolaan Keberagaman Budaya dan Tantangan Dunia Global


Disusun Oleh:
Nayla Salwa Al-Zahra
(46125010102)


I. Pendahuluan
Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar serta posisi strategis dalam tatanan regional dan global. Namun, kekayaan tersebut dihadapkan pada berbagai tantangan, khususnya akibat percepatan perkembangan teknologi digital dan tuntutan pembangunan berkelanjutan. Transformasi digital telah mengubah pola ekonomi, sosial, dan politik, sementara pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan berpotensi menimbulkan kerusakan ekologis dan ketimpangan antardaerah.
Dalam konteks tersebut, **Wawasan Nusantara** merupakan konsepsi geopolitik nasional yang memandang wilayah, rakyat, dan sumber daya Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh dan saling berkaitan. Konsep ini menekankan pentingnya kesatuan politik, ekonomi, dan sosial sebagai landasan dalam perumusan kebijakan nasional.
Tesis dalam esai ini menegaskan bahwa **Wawasan Nusantara tetap relevan sebagai pedoman strategis dalam menghadapi era digital dan pembangunan berkelanjutan**, khususnya dalam menjaga kedaulatan nasional, pemerataan pembangunan, serta kelestarian lingkungan hidup.

 Bagian I: Wawasan Nusantara dalam Menghadapi Tantangan Era Digital
Perkembangan teknologi digital memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan bangsa, terutama dalam peningkatan efisiensi ekonomi, perluasan akses informasi, dan inovasi di berbagai sektor. Digitalisasi juga mendorong terbentuknya ekonomi berbasis pengetahuan dan mempercepat integrasi Indonesia ke dalam sistem ekonomi global. Namun demikian, era digital juga memunculkan berbagai tantangan, seperti kesenjangan akses teknologi antarwilayah, penyebaran disinformasi, serta ketergantungan terhadap teknologi dan platform asing.
Dalam hal ini, **Wawasan Nusantara berfungsi sebagai kerangka konseptual untuk menjaga kesatuan dan kedaulatan digital nasional**. Prinsip Kesatuan Politik menuntut negara untuk memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap ruang digital guna melindungi kepentingan nasional serta keamanan data. Sementara itu, prinsip Kesatuan Ekonomi menegaskan pentingnya pemerataan manfaat ekonomi digital agar tidak terpusat di wilayah tertentu, tetapi dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Implementasi konkret dari prinsip tersebut antara lain melalui pembangunan infrastruktur digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta peningkatan literasi digital masyarakat. Dengan demikian, transformasi digital dapat menjadi sarana untuk memperkuat integrasi nasional, bukan sebaliknya.

Refleksi Diri – Era Digital
Sebagai mahasiswa, saya merasakan bahwa digitalisasi memberikan kemudahan dalam mengakses sumber belajar dan memperluas wawasan akademik. Namun, derasnya arus informasi juga menuntut kemampuan berpikir kritis dalam menyaring konten digital. Melalui pemahaman Wawasan Nusantara, saya menyadari pentingnya memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab serta menjunjung nilai-nilai kebangsaan dalam aktivitas digital, baik dalam konteks akademik maupun sosial.

 III. Bagian II: Wawasan Nusantara dan Pembangunan Berkelanjutan Lingkungan
Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan global, mengingat luas wilayah hutan dan laut yang dimilikinya. Namun, praktik pembangunan yang berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan telah menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, seperti deforestasi, degradasi ekosistem laut, dan pencemaran lingkungan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya paradigma pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Prinsip **Kesatuan Sosial dan Ekonomi dalam Wawasan Nusantara** menekankan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara adil dan bertanggung jawab demi kepentingan seluruh bangsa. Pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang. Contoh penerapan prinsip ini dapat dilihat pada pengembangan energi terbarukan, pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat, serta penerapan konsep ekonomi hijau.
Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam mendorong kesadaran dan aksi lingkungan. Melalui kegiatan akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa dapat berkontribusi dalam merumuskan solusi inovatif yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan keberlanjutan.

Refleksi Diri – Lingkungan dan Keberlanjutan
Sebagai bagian dari masyarakat akademik, saya mulai memahami bahwa persoalan lingkungan merupakan isu kolektif yang berdampak luas. Pemahaman terhadap Wawasan Nusantara mendorong saya untuk memandang lingkungan sebagai aset nasional yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, saya berupaya menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari serta terlibat dalam kegiatan kampus yang berorientasi pada pelestarian lingkungan.

Penutup
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa **Wawasan Nusantara memiliki relevansi strategis dalam menghadapi tantangan era digital dan pembangunan berkelanjutan**. Prinsip kesatuan politik, ekonomi, dan sosial menjadi landasan penting dalam menjaga kedaulatan nasional, pemerataan pembangunan, serta kelestarian lingkungan hidup.
Penerapan Wawasan Nusantara tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa sebagai generasi intelektual dan agen perubahan. Melalui pemanfaatan teknologi secara bijak dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, mahasiswa dapat berperan aktif dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Wawasan Nusantara dalam kehidupan nyata.
Dengan demikian, Wawasan Nusantara tidak hanya dipahami sebagai konsep normatif, tetapi juga sebagai pedoman praktis dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan berkelanjutan di tengah dinamika global.

Daftar Pustaka (3 Sumber)
Lemhannas RI. (2021). *Wawasan Nusantara dan Pembangunan Nasional Berkelanjutan*. Jakarta: Lembaga Ketahanan Nasional.
Keraf, A. S. (2018). *Etika Lingkungan Hidup*. Jakarta: Kompas.
Susanto, A. B. (2019). *Transformasi Digital dan Ketahanan Nasional*. Jakarta: Gramedia.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Terstruktur 01 : Nayla salwa al-zahra E37

Tugas Mandiri : 05 Nayla Salwa Al-Zahra E37

Tugas Mandiri 02 : Nayla salwa al-zahra E37