Tugas Terstruktur 11: Nayla Salwa Al-Zahra E37
Merancang Strategi Ketahanan Ideologi di Media Sosial
Disusun Oleh:
Nayla Salwa Al-Zahra
(46125010102)
I. Pendahuluan
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian nasional Indonesia. UMKM berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja, pemerataan pendapatan, serta penguatan ekonomi daerah. Dalam konteks ketahanan nasional, sektor ekonomi—khususnya UMKM—menjadi faktor strategis yang memengaruhi stabilitas sosial, politik, dan keamanan nasional. Namun demikian, UMKM menghadapi berbagai ancaman struktural dan non-tradisional, seperti tekanan globalisasi, digitalisasi yang tidak merata, serta krisis ekonomi global.
Dalam kerangka Astagatra, ketahanan ekonomi memiliki keterkaitan erat dengan gatra ideologi, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Ketika sektor ekonomi melemah, dampaknya tidak hanya berupa penurunan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga meningkatnya potensi konflik sosial, ketidakstabilan politik, dan melemahnya kepercayaan publik terhadap negara. Oleh karena itu, penguatan ketahanan ekonomi, khususnya melalui UMKM, menjadi kebutuhan strategis nasional.
Urgensi penguatan UMKM semakin meningkat di tengah ketidakpastian global, disrupsi rantai pasok, dan persaingan ekonomi digital. Tanpa strategi yang terintegrasi dan berbasis Astagatra, UMKM berisiko terpinggirkan, yang pada akhirnya dapat melemahkan ketahanan nasional secara keseluruhan.
II. Analisis Ancaman
A. Anasir Disintegrasi
Ketimpangan Akses Modal dan Teknologi
Banyak UMKM menghadapi keterbatasan akses terhadap permodalan, teknologi, dan pasar. Ancaman ini bersifat non-fisik dan non-militer, namun berdampak signifikan terhadap ketahanan ekonomi karena menciptakan kesenjangan antara pelaku usaha besar dan kecil. Sumber ancaman berasal dari struktur ekonomi yang belum inklusif, sistem pembiayaan yang rumit, serta rendahnya literasi keuangan dan digital.
Tekanan Globalisasi dan Produk Impor
Masuknya produk impor dengan harga murah dan skala produksi besar menekan daya saing UMKM lokal. Ancaman ini bersifat eksternal dan non-militer, namun berpotensi melemahkan industri domestik. Ketergantungan terhadap produk luar negeri dapat menggerus kemandirian ekonomi nasional dan mengurangi ketahanan ekonomi jangka panjang.
Kerentanan terhadap Krisis Ekonomi
UMKM sangat rentan terhadap krisis ekonomi, seperti pandemi atau resesi global. Ketika terjadi gangguan ekonomi, banyak UMKM gulung tikar, yang berdampak langsung pada meningkatnya pengangguran dan kemiskinan. Ancaman ini bersifat internal dan eksternal, dengan dampak luas terhadap stabilitas sosial
B. Interdependensi Gatra
Sosial Budaya: Melemahnya UMKM dapat meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan, yang berpotensi memicu konflik sosial dan menurunkan kohesi sosial masyarakat.
Politik: Ketidakstabilan ekonomi akibat melemahnya UMKM dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah dan memicu ketidakpuasan politik.
Pertahanan Keamanan: Ketahanan ekonomi yang lemah dapat menciptakan kerawanan keamanan, seperti meningkatnya kriminalitas dan potensi instabilitas dalam negeri.
Interdependensi ini menunjukkan bahwa ketahanan ekonomi UMKM tidak berdiri sendiri, melainkan berpengaruh langsung terhadap gatra lain dalam Astagatra, sehingga memerlukan pendekatan strategis yang komprehensif.
III. Desain Strategi Simulati
Nama Program:
“Program Nasional Penguatan UMKM Berbasis Ketahanan Ekonomi”
Tujuan:
Meningkatkan ketahanan ekonomi nasional melalui penguatan UMKM dengan target peningkatan daya saing UMKM sebesar 25% dan penurunan tingkat kegagalan usaha mikro sebesar 20% dalam kurun waktu 4 tahun.
A. Langkah Implementasi
Peningkatan Akses Permodalan.
Berikut saya buatkan **teks dengan struktur, gaya, dan kedalaman analisis yang sama**, tetapi dengan **materi berbeda**, yaitu **Ketahanan Ekonomi Nasional melalui Penguatan UMKM dalam Perspektif Astagatra**. Bahasa disesuaikan untuk **tingkat kuliah**.
I. Pendahuluan
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian nasional Indonesia. UMKM berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja, pemerataan pendapatan, serta penguatan ekonomi daerah. Dalam konteks ketahanan nasional, sektor ekonomi—khususnya UMKM—menjadi faktor strategis yang memengaruhi stabilitas sosial, politik, dan keamanan nasional. Namun demikian, UMKM menghadapi berbagai ancaman struktural dan non-tradisional, seperti tekanan globalisasi, digitalisasi yang tidak merata, serta krisis ekonomi global.
Dalam kerangka **Astagatra**, ketahanan ekonomi memiliki keterkaitan erat dengan gatra ideologi, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Ketika sektor ekonomi melemah, dampaknya tidak hanya berupa penurunan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga meningkatnya potensi konflik sosial, ketidakstabilan politik, dan melemahnya kepercayaan publik terhadap negara. Oleh karena itu, penguatan ketahanan ekonomi, khususnya melalui UMKM, menjadi kebutuhan strategis nasional.
Urgensi penguatan UMKM semakin meningkat di tengah ketidakpastian global, disrupsi rantai pasok, dan persaingan ekonomi digital. Tanpa strategi yang terintegrasi dan berbasis Astagatra, UMKM berisiko terpinggirkan, yang pada akhirnya dapat melemahkan ketahanan nasional secara keseluruhan.
II. Analisis Ancaman
A. Anasir Disintegrasi
Ketimpangan Akses Modal dan Teknologi
Banyak UMKM menghadapi keterbatasan akses terhadap permodalan, teknologi, dan pasar. Ancaman ini bersifat non-fisik dan non-militer, namun berdampak signifikan terhadap ketahanan ekonomi karena menciptakan kesenjangan antara pelaku usaha besar dan kecil. Sumber ancaman berasal dari struktur ekonomi yang belum inklusif, sistem pembiayaan yang rumit, serta rendahnya literasi keuangan dan digital.
Tekanan Globalisasi dan Produk Impor
Masuknya produk impor dengan harga murah dan skala produksi besar menekan daya saing UMKM lokal. Ancaman ini bersifat eksternal dan non-militer, namun berpotensi melemahkan industri domestik. Ketergantungan terhadap produk luar negeri dapat menggerus kemandirian ekonomi nasional dan mengurangi ketahanan ekonomi jangka panjang.
Kerentanan terhadap Krisis Ekonomi
UMKM sangat rentan terhadap krisis ekonomi, seperti pandemi atau resesi global. Ketika terjadi gangguan ekonomi, banyak UMKM gulung tikar, yang berdampak langsung pada meningkatnya pengangguran dan kemiskinan. Ancaman ini bersifat internal dan eksternal, dengan dampak luas terhadap stabilitas sosial.
B. Interdependensi Gatra
**Sosial Budaya:** Melemahnya UMKM dapat meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan, yang berpotensi memicu konflik sosial dan menurunkan kohesi sosial masyarakat.
**Politik:** Ketidakstabilan ekonomi akibat melemahnya UMKM dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah dan memicu ketidakpuasan politik.
**Pertahanan Keamanan:** Ketahanan ekonomi yang lemah dapat menciptakan kerawanan keamanan, seperti meningkatnya kriminalitas dan potensi instabilitas dalam negeri.
Interdependensi ini menunjukkan bahwa ketahanan ekonomi UMKM tidak berdiri sendiri, melainkan berpengaruh langsung terhadap gatra lain dalam Astagatra, sehingga memerlukan pendekatan strategis yang komprehensif.
III. Desain Strategi Simulatif
Nama Program:
“Program Nasional Penguatan UMKM Berbasis Ketahanan Ekonomi”
Tujuan:
Meningkatkan ketahanan ekonomi nasional melalui penguatan UMKM dengan target peningkatan daya saing UMKM sebesar 25% dan penurunan tingkat kegagalan usaha mikro sebesar 20% dalam kurun waktu 4 tahun.
A. Langkah Implementasi
1. **Peningkatan Akses Permodalan**
Menyederhanakan skema kredit UMKM, memperluas pembiayaan berbasis digital, dan memperkuat peran lembaga keuangan mikro.
2. **Digitalisasi UMKM**
Memberikan pelatihan digital marketing, manajemen keuangan digital, serta akses ke platform e-commerce nasional.
3. **Perlindungan Produk Lokal**
Mendorong kebijakan afirmatif untuk produk UMKM, termasuk prioritas pengadaan pemerintah dan kampanye penggunaan produk dalam negeri.
4. **Penguatan Kapasitas SDM UMKM**
Menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan, inovasi produk, dan manajemen usaha berbasis kebutuhan lokal.
5. **Kolaborasi Multi-Pihak**
Melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, dan sektor swasta dalam pendampingan dan inkubasi UMKM.
B. Indikator Keberhasilan
* Peningkatan jumlah UMKM yang terhubung ke platform digital minimal 30%.
* Penurunan angka pengangguran di sektor informal sebesar minimal 15%.
* Meningkatnya kontribusi UMKM terhadap PDB nasional secara berkelanjutan.
* Terbentuknya ekosistem kemitraan UMKM yang aktif dan berkelanjutan di berbagai daerah.
IV. Kesimpulan & Rekomendasi
Ketahanan ekonomi melalui penguatan UMKM merupakan komponen strategis dalam Astagatra karena berpengaruh langsung terhadap stabilitas sosial, politik, dan keamanan nasional. Ancaman seperti keterbatasan modal, tekanan globalisasi, dan kerentanan terhadap krisis ekonomi dapat melemahkan ketahanan nasional apabila tidak ditangani secara sistematis.
Program “Penguatan UMKM Berbasis Ketahanan Ekonomi” menawarkan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan kebijakan publik. Pemerintah berperan sebagai regulator dan fasilitator, sektor swasta sebagai mitra pengembangan usaha, akademisi sebagai penyedia kajian dan inovasi, serta masyarakat sebagai pelaku utama ekonomi nasional.
Dengan strategi yang terarah dan berbasis Astagatra, UMKM tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga pilar utama dalam memperkuat ketahanan nasional Indonesia di tengah dinamika global.
Komentar
Posting Komentar